Feeds:
Tulisan
Komentar

Pernah tidak kamu hadir dlm situasi, dimana kamu gak disangka-sangka hadir dlm satu acara/satu moment tertentu, dan bertemu dgn seseorang/ sesuatu yg tdk disangka-sangka membangkitkan kenangan, rasa penasaran, luka maupun kegembiraan di masa lalu.
Padahal dlm otak kamu bertanya, knp kamu berada dlm acara/moment tsb, kok bisa datang di situ, acara apaan sih, kok ketemu org itu ya, kok ketemu hal ginian lagi ya, paranoid nih, trauma nih, waduh gak siap nih, terus gmn dong, gmn nih pasti mati gaya lah, siap-siap acting nih, dll dll.

Kadang kita tahu apa itu kejutan moment, kejutan hidup dan hidup itu terkadang aneh, tapi ya begitulah. Namun terkadang pula kita juga dipertemukan dgn hal2 yg aneh, tdk disengaja, dan kadang tdk diinginkan/ bahkan diinginkan sekalipun. Surprise, surprise, selamat datang man pada kejutan di dunia ini, tapi biasanya kita mengharapkan kejutan yg baik tentunya, ya kan !!.

Trus apa dong reaksinya. Hmmm … kadangkala kita ujug-ujug mjd wise, tp kadangkala mjd lupa, kadangkala jadi malu, jadi minder, jadi sentimentil, jadi jaim, kadangkala jd narsist, lari dan menutupi diri, bahkan bisa pula langsung menyerang… no wonder namanya juga manusia, banyak expresi dan banyak pembenaran diri.

Tapi terkadang dalam hati kecil kita, kita juga ga pengen nyakitin siapapun, bukan pula memutuskan tali silahturahmi, bukan membuat suatu keadaan mjd berbalik dr yg dulu dikenal menjadi tidak atau acuh tak acuh, tapi gimana ya ….. emang situasi yg berbeda dan tidak seperti dulu lagi…… (btw, kadang kok pengen kembali ke masa lalu ya!! Hahahahaaaa….)

Namun, Yang Maha Kuasa di Atas telah memberi skenario hidup ini begitu sempurna dan begitu surprise… Tuhan kadangkala menguji dan membuat perasaan maupun pemikiran kita mjd bingung, kikuk dan gak ngerti ngelakuin apa dalam satu situasi tertentu. Pernah gak !!!! Stuck in moment !! bahkan beberapa menit ataupun beberapa detik …. Tapi life must b go on !! face it whatever it takes, go man!! Show to the world that u’r exist!! But think fast, think the best tt u can do !!! think fast!!

Memang, Manusia adl sumber kekeliruan dan kekhilafan, Tapi tetaplah percaya dan terus berdoa pada Allah SWT agar diberi petunjuk dan arah yang benar dlm melangkah hidup ke depan ini, smg membawa barakah dan memberi kebaikan. Amien.

Al-Muna meeting, 20091018. Myblog
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Test lagi kok error

sudah lama gak bikin blog, kok error di wordpressjadinya ini testing saja …

Angels

e grey and old ?
‘Cos I’ve been told
That salvation lets their wings unfold
So when I’m lying in my bed
Thoughts running through my head
And I feel that love is dead
I’m loving angels instead

Duh dah Sabtu (1/11), senengnya !!!! Lepas dari semua kepenatan dan beban penderitaan  setelah seminggu di Jakarta untuk training MySAP Modul SD Retail OTC, walaupun enjoy tapi kadang puyeng juga ngikutin training ini,  secara SAP = Setan Aja Pusing, Sistem Asal Pencet xi..xi..xiiiiiii xiiii …..  Di training untuk menjadi seorang  Super User …. Yup benul !!!  Super User, untuk menjadi seorang pahlawan penolong User/End User bak seorang Superman,   ditraining bentar habis itu pulang diminta ngajar ke End User  begitulah konsep trainer to trainer … padahal test hari Jumat kemarin cukup melelahkan dan  susah sekali, test MySAP kali ini emang dirancang untuk Super User beneran … makanya ngalah-ngalahin UAS/UTS…. He..he…he.. udah lama ya aku gak ngikutin test-test kayak ginian ha..ha.haa ….. tapi lulus lah yauw….

 

Kembali ke topik, jadi hari ini Sabtu yang seharusnya aku balik ke Sby, but ngendon dulu di Jkt karena ada beberapa urusan dengan saudaraku di Jkt, baru besok pagi pulang ke Sby.  Siang itu nunggu si Bayu, sohibku SMP, njemput di Ambara hotel di daerah Blok M, lalu dia datang dengan Istri, Anak dan Adiknya. Lalu kita berlima menuju ke RSPP untuk check up kehamilan istrinya yang kedua yang memasuki awal bulan ke 8,  lalu setelah check di RSPP, jam sudah menunjukkan jam 14.30. Perut kita sudah keroncongan, lalu menuju ke FX, mall baru di bilangan Senayan. Lalu parkir dan kita ramai-ramai berhamburan menuju ke Foodcourt, pesen makanan masing-masing. Anak Bayu yang cukup lucu rewel banget dan ngalem banget ke bapaknya, secara tiap hari ditinggalin terus ma bapaknya untuk kerja he..he..he…

 

Habis makan siang eh makan sore, lanjut lihat-lihat di Lt 1 melihat orang-orang yang meluncur dari permainan atmostfear, lalu adik Bayu ngajakin kakaknya dan aku untuk nyobain… gubrak ditantang.. ya ayo aja!!!! Istri Bayu dan anaknya hanya lihat saja, yah secara istrinya kan lagi hamil gitu. Lalu kita bertiga menuju ke lantai 7, lalu mulai beli tiket, lalu ngantri, kemudian nitipin segala arloji, gelang, kacamata, HP, dompet, karena selama meluncur takutnya benda-benda ini rusak kena gesekan …… Lalu kita dikasih helm, jaket, dipasangin pelindung lutut dan diberi kain peluncur. Sebelumnya narsist dulu, jeprat-jepret ma satu team dan Bayu serta adiknya, diajarin instrukturnya… dan satu persatu mulai meluncur, dimulai ladys first yaitu Puput, adiknya Bayu, lalu Bayu (dianya teriak kenceng banget ha..ha…ha….. serasa orang jatuh dari lantai 7), dan akhirnya giliranku… Siap-siap meluncur, dikomandoi oleh instrukturnya untuk merapatkan kaki  dan sedikit bungkuk, lalu narsist bentar dijeprat-jepret sebelum meluncur….. lalu siap-siap, instrukturnya lihat CCTV di lt 1 udah siap belum, setelah siap, deg-degan juga but PD aja lagi, lalu ada hitungan 3 kali, lalu go……. Meluncur…. ya Ampun, busyet dah!!!! semuanya berjalan dengan cepat, meliuk-liuk, merosot dengan cepat, muter-muter gak karuan, lututku sebelah kanan banyak menahan karena bentuk liukannya seperti sepiral dan bikin kepalaku pusing, lalu meluncur cepat dan naik sedikit lalu meluncur lagi, lalu sampai bawah sudah capek diriku menahan hingga kepalaku maunya rebahan ke bawah… he..he..he… cepet banget Cuma 9,58 detik…. semuanya begitu cepat.  Lalu narsist lagi di samping rekor waktu….. lalu dilanjutin ngembalikin alat-alat dan mulai beli foto-fotonya. Lucu juga ya, walaupun cepet meluncurnya dibandingkan persiapannya, tapi 9 detik itu rasanya jantung dan adrenalin dipacu begitu cepatnya …..

 

Abis, permainan ini kepalaku langsung pusing, lah muter-muter gak jelas gitu? Masih inget main-main halilintar, kicir-kicir dan Tornado di Dufan dulu yang bikin pusing bukan main…. eh gitu gak kapok-kapok juga xixixixixiiiii …. fun sih. Belum lagi lutut kaki kananku juga sakit walaupun sudah diberi pelindung…….. Yah hilang sudah stressku minggu ini, gara-gara ada ada permainan gila kayak gini ni… But kamu-kamu harus cobain nih permainan di FX bila punya nyali…. OK… cobain ya!!!

Forward dari email seorang teman, tulisan cukup bagus. Bisa dibuat sbg bahan renungan terutama bagi para worker/employee  seperti kita2. Sudah siapkah kita mengantisipasi kemungkinan terburuk bagi karir dan finansial kita ???? Intinya jangan loyal pada perusahaanmu, tapi loyallah pada pekerjaan & karirmu saat ini dan masa depanmu ..…..

 

Pelajaran dari Kasus Merrill Lynch dan Lehman Brothers

Bangkrutnya Lehman Brothers dan akuisisi Merrill Lynch oleh Bank of America mengingatkan kita bahwa dengan kondisi perekonomian dunia yang tidak menentu seperti sekarang ini tidak ada satu pun pekerjaan yang bisa dianggap sebagai “secured jobs”.
Saya masih ingat ketika sekitar awal tahun 2000 membaca sebuah artikel di majalah terbitan luar negeri (saya lupa entah itu BusinessWeek, Newsweek, Forbes atau Fortune) yang menceritakan betapa kerasnya usaha ribuan orang lulusan program MBA dari berbagai business school ternama di seluruh penjuru Amerika Serikat berlomba-lomba mendapatkan pekerjaan di Wall Street, khususnya pekerjaan di investment bank terkemuka, seperti Merrill Lynch, Lehman Brothers, Goldman Sachs atau Morgan Stanley.

Selain soal gengsi (karena sebagian besar investment bank terkemuka tersebut hanya mempekerjakan lulusan terbaik), banyak yang mengincar untuk bekerja disana karena tergiur dengan tawaran gaji dan berbagai benefits luar biasa yang ditawarkan.

Banyak yang beranggapan bahwa bekerja di investment bank kelas kakap di Wall Street merupakan sebuah pilihan yang aman. Tapi dengan perkembangan yang terjadi beberapa hari terakhir ini, siapa yang menyangka bahwa Lehman Brothers bisa bangkrut? Siapa pula yang menyangka bahwa Merrill Lynch ternyata bisa diakuisisi oleh Bank of America ?

Pelajaran yang bisa dipetik dari kejadian ini hanya satu, bila anda saat ini masih bekerja sebagai employee (di perusahaan mana pun itu – apakah itu perusahaan nasional ataupun multinasional) ingatlah bahwa tidak ada satu orang pun yang bisa menjamin 100% bahwa anda akan aman berkarir seterusnya di perusahaan tersebut. Karena dengan perubahan yang sedemikian cepat dan kondisi perekonomian dunia yang makin sulit diprediksi, perusahaan paling besar sekalipun bisa saja gulung tikar minggu depan.

Bukannya bermaksud memprovokasi kalau saya katakan, jangan pernah sesekali berani memproklamirkan diri sebagai employee yang loyal kepada perusahaan, karena perusahaan tidak bisa menjamin apakah mereka juga akan bisa loyal kepada anda.

Bila performa kerja anda menurun, tidak peduli anda telah bekerja 10 tahun disitu, anda bisa saja ditendang keluar untuk kemudian digantikan dengan orang lain yang lebih muda dan bersedia menerima gaji yang lebih rendah dari anda.

Di lain pihak, perusahaan pasti juga tidak akan berani menjamin bahwa mereka akan mencetak keuntungan secara terus-menerus dan beroperasi seterusnya sampai dunia kiamat (ingat: sebelum akhirnya bangkrut, Lehman Brothers adalah perusahaan yang telah beroperasi sejak tahun 1850).

Nah, beberapa hal yang ingin saya tekankan sekali lagi adalah:

a. Dengan kondisi seperti sekarang ini, jangan pernah bersikap loyal kepada perusahaan, tapi bersikaplah loyal kepada profesi anda.

b. Cintailah bidang pekerjaan anda, terus asah dan perdalam pengetahuan anda mengenai beberapa aspek spesifik di bidang yang betul-betul anda minati, karena saat ini dalam pengamatan saya makin banyak perusahaan yang mencari seorang spesialis dibandingkan seorang generalis.
c. Jangan lupa untuk selalu membuka mata dan telinga lebar-lebar bila memang ada sebuah kesempatan untuk meningkatkan karir diluar sana.
d. Dan mungkin ini yang paling penting, kecuali anda adalah seorang pegawai negeri sipil yang bekerja di Indonesia, lupakan yang namanya “comfort zone” dan “job security” – those are totally bullshit!

 Semoga apa yang saya tulis ini bisa membuka wawasan dan menyadarkan banyak orang yang mungkin sudah ter lena dengan apa yang dinamakan “comfort zone” dalam bekerja.

 Mungkin analogi yang paling pas untuk menggambarkan secara konkrit dari apa yang saya tulis ini adalah dengan membayangkan anda naik sebuah mobil.
Ketika anda mengendarai sebuah mobil mahal dan canggih, anda tetap harus mengendarainya dengan kewaspadaan penuh, siap untuk mengerem atau memutar setir untuk menghindari lubang di jalan atau pengendara motor yang memotong jalan anda.
 

Anda tentunya tidak bisa berpikiran bahwa dengan mengendarai sebuah mobil mahal, maka anda akan selalu selamat karena dilindungi dengan berbagai peralatan pelindung canggih. Ada faktor utama yang menjadi faktor penentu keselamatan anda yaitu kewaspadaan.

Hal yang sama juga berlaku dalam anda bekerja sebagai employee, bayangkan saja anda bekerja menekuni karir seperti anda mengendarai mobil: nikmati perjalanan anda, tetap waspada dan jangan pernah sampai masuk kedalam “comfort zone” – alias mengantuk, karena ketika anda masuk kedalam “comfort zone” dan sesuatu yang tidak diinginkan kemudian terjadi, biasanya anda akan merasa lebih sakit – karena memang anda tidak siap dalam menghadapinya.

Quote of the Day:
“Action may not always bring happiness, but there is no happiness without action.” by Benjamin Disraeli  :-) :-)

 

Yup, acara tahunan berulang lagi, aku akhirnya ikutan mudik, nganterin nyokap dan brother/sister dan ponakan-ponakan tercinta, dan ngerayain Idul Fitri di Madiun/Ponorogo. Acara tahun ini selain silahturahmi/halal bihahal dengan saudara-saudara di sana, juga sekalian ada acara tahlilan satu tahunnya Bapak (gak kerasa sudah satu tahun ya!!! Cepat sekali rupanya, waktu itu bapak sebulan di RS dan meninggal 4 hari setelah Idul Fitri tahun lalu. Aku berdoa semoga amal ibadah beliau diterima di sisi-Nya, dan diberi kemudahan dan safaat di alam kubur maupun di akherat kelak, amien).

Yup, Idul Fitri tahun ini begitu berarti. Sebenarnya makna yang terpenting bagiku adalah kembali ke fitrah, silahturahmi, dapat berkumpul dan berbagi dengan saudara-saudara kita (orang tua, kakak, ponakan, pakdhe/budhe, om/tante, dll). Jarang sekali momen ini ketemu secara bersama-sama terjadi, setelah satu tahun penuh kita disibukkan dengan urusan duniawi, mencari karir dan rezeki demi sesuap nasi, maka moment ini adalah moment yang tepat untuk berkumpul, berbagi dan berbahagia bersama keluarga besar… ini adalah salah satu kenikmatan yang diberikan Tuhan pada kita, klo kita mau berpikir sejenak dan meresapi secara mendalam… ini bener-bener anugrah….. aku sendiri juga menyadarinya setelah kehilangan Bapakku tahun lalu, ada yang beda dan hilang dari sesuatu yang biasanya kita hadapi selama bertahun-tahun yang rasanya gitu-gitu aja/ monoton, tapi kok jadinya ada yang sepi dan hilang … rupanya ada yang tidak biasanya…. Dan semuanya baru terasa begitu berarti, setelah ada yang hilang.

Sebelumnya, sorenya aku sudah kirim-kirim SMS Idul Fitri ke rekan-rekan, dah telpon ke beberapa teman dekat dan saudara di Jkt/Sby/Sda/Mlg. Trus malam hari mendengar takbiran, rasanya kok begitu menyayat … kok cepet ya Ramadhan ini berakhir!! bulan yang penuh barokah segera berakhir pikirku, semoga tahun depan kita masih bertemu lagi, amien.

 

Begitu Idul Fitri tiba, sehabis sholat Ied, maka langkah pertama adalah sungkem ke Ibu dan kakak-kakak dan saudara, yup … ini adalah tradisi tapi merupakan darma bakti dan rasa peduli kepada sesama yang dituakan, lalu dilanjutkan berbagi duit dan makanan ke ponakan-ponakan tercinta dan saudara-saudara yang masih berhak untuk dibantu …. Lalu dilanjutkan makan opor ayam dan ketupat, tapi yah aku sih sadar diri…. habis puasa ini sudah berhasil menurunkan BB hingga 2,5 – 3 kg adalah prestasi bagus untuk tahun ini, dan aku gak mau program diet ini gagal maning … he..he..he… intinya tetep makan merayakan Idul Fitri  asal jangan balas dendam dan kebablasan… tahu porsi saja.

 

Semuanya adalah moment, setelah itu esoknya dilanjutnya halal bi halal, dan hari Minggu malam ada acara Tahlilan, mendoakan setahun almarhum Bapak, mendoakan bersama dengan mengundang tetangga-tetangga di kampung rumah Nenekku di sana, tempat Bapkku dibesarkan dan akhirnya disemayamkan di sana pula. Lalu setelah selesai beberes, malamnya persiapan balik ke Surabaya, yah hari Minggu ini diberitakan arus mudik cukup padat, mulai dari pagi-siang hingga sore. Namun Minggu (malam senin) ini diatas jam 10pm, rupanya jalan lancar-lancar, klo macet paling-paling sebentar saja. Sampai di Surabaya jam 2.30 pagi uthuk-uthuk. dah capek semua, langsung tidur, karena Senin paginya dah ngantor, dan ada acara Halal Bihalal di Kantor… so harus tetep kelihatan fresh walaupun ngantuk..

 

So, it’s all about the moment. Manusia bekerja keras demi mewujudkan momen2 penting dalam hidupnya. Termasuk moment lebaran ini…. Moment bersama dan berbagi…

 

Yup mumpung masih dalam suasana  seger-segernya bulan Syawal, aku yang hanya manusia biasa ini mengucapkan Minal Aidzin Wal Faidzin ya, mohon maaf lahir bathin atas segala kesalahan dan kekhilafan … kembali ke nol-nol lagi ya….  Semoga kita bertemu lagi dengan puasa Ramadhan dan Idul Fitri tahun depan. Amien ..

BIAR MISKIN TAPI GENGSI

Yup!! Biar Miskin Tapi Gengsi, Negara Miskin tapi penuh Gengsi, sudah budaya kaleeee!!! Judul ini adalah oleh-oleh dari perjalanan Dinas ke Bandung untuk nyelesain Dokumen Aplikasi Perusahaanku untuk ajang Indonesian Quality Award, yang pulangnya bebarengan dengan rombongan orang mudik menjelang hari Raya Idul Fitri 1429H. Awal cerita, sehari sebelumnya aku ngobrol dan diskusi dengan rekan-rekan perusahaan, membahas mengenai fenomena mudik yang menghabiskan tabungan demi gengsi sesaat memaknai hari kemenangan Idul Fitri. Dua minggu sebelum lebaran biasanya rame-rame ke pegadaiaan, menggadaikan sesuatu yang berharga untuk sekedar membeli sesuatu yang lain biar nampak wah….  Selanjutnya Rame-rame ke mall, shopping, memenuhi mall untuk membelanjakan sepuas mungkin, biasanya 10 hari terakhir Ramadhan mall-mall itu penuh berjejal.. yup mereka lagi terawihan di mall kaleeeee (pantesan masjidnya banyak yg kosong he..he..he). Setelah itu beberapa hari menjelang Hari Raya, rame-rame mudik, lalu rame-rame jor-joran di kampung masing-masing. Dan seminggu selama liburan lebaran itu, rame-rame untuk silahturahmi dan Halal Bi Halal…. Tujuannya mulia untuk memaknai hari kemenangan, saling memaafkan dan silahturahmi ….. tapi kok keterlaluan dandanannya dan jor-joran penampilannya biar dicap sukses, biar dibilang wah!! Gpp sih dandan, karena penampilan itu penting, tapi yang wajar aja dan jangan sampai menor dan maksaain diri gitu loh….

 

Emang BUDAYA orang Indonesia kalee, setiap hari Idul Fitri meski mudik dan jor-joran dengan segala yang dimiliki walaupun sedikit bahkan banyak maksa… harus berpakaian serba baru, serba mencolok, harus digeromboli emas-emasan di pergelangan tangan/ jari & lehernya, harus membawa gadget biar dijuluki gadget freak, harus bermake-up tebal dan pakai parfum seronok, harus dilengkapi makanan yang enak, berlebihan dan berkolesterol full, belum lagi mbontot parcel inilah itulah …. bahkan ada yang memaksa membeli motor atau mobil baru untuk sekedar pamer agar dicap sukses dan kaya…. Jadi kayaknya, memaksakan diri untuk membeli sesuatu yang sebenarnya tidak diperlukan demi sekedar menutupi satu kata, yup…tul…..namanya “GENGSI”.

 

Kembali ke kata KONSUMTIF, JOR-JORAN dan GENGSI, … mungkin ada juga dampak positifnya ya!!! Semisal penjualan HP NOKIA yang laku keras di Indonesia, dibandingkan di Negara Eropa tempat asalnya dia diciptakan dan diproduksi. … Lah NOKIA rajin banget ngeluarin produk-produk dengan sedikit saja tambahan fitur, casing dipletat-pletotin sedikit, warna-warni dibuat ngejreng mencolok dan menggoda mata,  dll…. Lah orang Indonesia hal ginian wajib/kudu/harus ngupdate diri (walaupun maksain diri karena gak perlu-perlu amat)… tapi klo diupdate terus dalam jangka pendek ya buat apa, wong  sebenarnya fungsi utamanya cuma buat telpon dan SMS’sn doang…eh malahan mereka  jor-joran untuk membeli produk NOKIA generasi terbaru yang barusan kinyis-kinyis keluar…. Kebiasaan budaya orang sini adalah konsumtif banget, miskin tapi konsumtif dan gampang terpancing untuk membeli sesuatu yang sebenarnya gak perlu-perlu amat …. Hebat kan NOKIA… memanfaatkan peluang pasar yang ada disesuaikan dengan budaya local setempat…. Ha..ha…ha… Budaya local, ya…emang sudah membudaya untuk konsumtif, jor-joran, hedonis, pamer dan gengsi…. Ha..ha..ha… Tapi hebat NOKIA membidik celah pasar yang kecil (nice) tapi akhirnya celah itu jadi lubang pasar yang cukup besar sekali….. hebat…hebat…hebat…….. (aku juga mau jadi Marketing Intelligencenya NOKIA aja deh…ha..ha..ha….)

 

Kembali ke awal cerita, hari Sabtu pagi uthuk-uthuk (jam 3.45 am), sehabis sahur,  aku balik dari Bandung, diantarkan driver hotel  ke BSM untuk naik bus travel dari BSM Bandung ke Bandara SKH Jakarta,  dan kita juga menyempatkan bercakap-cakap mengenai fenomena budaya mudik, menghambur-hamburkan untuk beli baju yang wah, beli ini itu, bahkan ada yang beli mobil segala untuk dibawa ke kampung, tapi klo gak mampu bayar, bulan depannya pasti dijual lagi (ngapain juga maksain banget sih, menyiksa diri loh). Lalu kulihat jalan mulai padat merayap pagi itu, terminal menyemut, bandara juga penuh sesak dengan orang-orang yang mudik, berlibur dengan tentengan-tentengan barang yang berat. Ada juga sekelompok TKI yang pulang kampung dengan kumpulan barang yang segunung…. Mungkin pengen memberi oleh-oleh ke sanak saudaranya, dan sekalian pamer bahwa dirinya sukses kali… memang gak boleh suudzon, tapi begitulah fenomenya nyatanya akhir-akhir ini….

 

Kesimpulannya: Ngapain sih maksain jadi orang lain, apa harus bertopeng agar dicap sukses/dicap kaya, harus berpenampilan wah, dll….tapi sebenarnya tidak demikian… gak enak loh pakai topeng terus-terusan (gerah taukkk!!), apakah harus selalu ingin dipuji, kudu disanjung setinggi langitkah. Dan malu-loh bila nantinya tidak demikian, belum lagi sehabis hari Raya kita juga perlu modal lagi untuk melanjutkan aktivitas kehidupan pasca lebaran. Apakah masih ada duit, klo tidak ada, terus ngapain dihambur-hamburin hanya untuk lebaran seminggu saja. Kerja keras setahun terhapus oleh lebaran seminggu, dan nantinya kita harus menanggung beban hutang pasca lebaran usai. Apa gak maksain diri tuh namanya, apa gak sakit, apa gak capek!!! Dan bila saat ini kita memang sukses, maka sukses  itu adalah amanah dan harus dijaga, bukan untuk riya/dipamerkan… suatu saat Tuhan bisa mencabut sukses itu, tapi kita tetep harus berdoa dan mempertahankannya, dan nyantai saja jadi orang …. Jadi, apakah gak  enakan jadi diri sendiri, apa adanya, bebas, gak ada tuntutan mbalikin hutang,  gak dikejar-kejar debt collector, gak ada aturan perjanjian yang mengikat …. Berpenampilan sederhana sajalah, boleh membeli baju baru namun yang sederhana, hal ini cukup memaknai Hari Raya itu dan malah lebih bermakna. Tapi klo masih diomongin orang maka itu adalah hal biasa, ada orang yang suka,  ada yang benci, dan ada orang yang menggunjing itu adalah hal biasa, jangan cepat panasan dan terpancing gitu loh!!!  cobalah bersikap sederhana, tapi bermental bak selebritis..he…he…he…kayak Desi Ratnasari gitu loh (No Comment), yang penting kita berpenampilan sewajarnya… semampu kita dan gak usah dilebih-lebihkan…. Tapi layak dan mencukupi semuanya.

 

Jadi, ngapain gengsi sih…..  sekali lagi memaknai Idul Fitri bukan begitu…. sebenarnya khidmatnya itu yang paling penting, kembali ke Fitrah, berkumpul dengan keluarga, menjaga silahturahmi Ukhuwah Islamiyah, dan menjaga agar tetap mempertahankan  ketekunan dan keajegan ibadah selepas Ramadhan berakhir… ini berat loh.. tapi bisa dilaksanakan kalau ada niat yang tulus. So, mau jadi diri sendiri atau ikut arus Gengsi tapi sebenarnya Miskin, hmm…. Hidup adalah pilihan!! Mana pilihanmu? (pilih di www.pilihangue.com ha..ha..ha…).

KRISIS KEPERCAYAAN BANGSA

Tersadar akan peristiwa saat pembagian zakat di Probolinggo medio tengah Sept 2008 harus meminta korban hingga lebih 20 orang… terinjak-injak karena berdesak-desakan demi uang  30ribu Rupiah…. (mungkin bagi kita kecil, tapi bagi mereka cukup bermakna untuk menyambung hidup)….

 

Niatnya bagus, ikhlas utk charity, amal, berbagi dengan sesama, penuh empati dan penuh ketulusan, tapi kok ya meminta korban . Hmm..hmm…. akar permasalahannya si pengusaha itu sudah tidak percaya lagi thd badan amil zakat… bukannya pelit gak berbagi dgn amil zakat atau badan sosial lainnya, tapi dianya takut dikorupsi dan disalahgunakan dan tidak tepat sasaran ke masyarakat kecil yang seharusnya mendapatkan pembagian zakat ini. Gak salah sih, tapi manajemennya/ mekanismenya saja yang perlu diatur!!! Bikin saja EO sendiri yang kecil, yang beranggotakan dari keluarga sendiri dan orang-orang sekelilingnya yang dipercayai membagikan Zakat itu agar tepat sasaran ke masyarakat kecil. Dibagikan dengan sistem survei dulu, pembagian kupon dan pembagian jam ambil, dan adanya sebagian tenaga pengaman gitu.

 

Namun sedemikian parahkah ketidakpercayaan bangsa ini !!! sampai-sampai badan amil zakat saja sudah tidak dipercayai. Apalagi DPR, Hakim, Kejaksaan dan pemerintahan… bahkan guru-pun sudah banyak yang tidak dipercayai…… apanya yang salah ya !!! Mentalnya kali!!! Kekecewaan, cerita-cerita hidup dan pengalaman sudah membangun image dan prasangka sedemikian rupa, hingga membentuk suatu keputusan bulat untuk tidak menggunakan jasa suatu badan tertentu yang memang menjadi tugas mereka sepertinya yang membangun suatu kebiasaan/budaya baru ya…..

 

Selain itu, masyarakat sudah tidak percaya dengan sistem pemilu, makanya banyak yang golput saat pemilu, walaupun mereka bodo… tapi orang bodo ini lama-lama juga mikir juga kok, bahkan ada juga yang bilang: ”Pemilu atau gak sama saja, toh nanti juga tidak merubah bangsa, yang ada hanya korupsi yang merajalela.”  Ya, mereka  sudah tidak percaya lagi  dengan pemerintahan saat ini!!!

 

Bahkan sebagian masyarakat kita kalangan atas tidak percaya dengan kemampuan dokter-dokter kita, makanya orang berduit selalu larinya ke RS Singapore minimal….dll dll. Lha, terus dokter kita ngapain, nganggur dong !!!

 

Yah begitulah …..Dikit-dikit korupsi, bahkan untuk tujuan mulia dan tujuan sosialpun dikorupsi, kayak kasus penggalangan bantuan korban tsunami Aceh yang dikorupsi golongan tertentu,  amat sangat bejat moral bangsa ini… weleh-weleh…ck..ck…ck

 

Kenapa sih mengandalkan korupsi, tidak mengandalkan kualitas kerja. Bikin saja sistem orang digaji tinggi, tapi diberi sanksi tegas bila dia terbukti korupsi gitu… biar kapok. Orang layak digaji tinggi kok bila tuntutan kerjanya memang tinggi, tapi ya itu klo KKN sikat saja. Kasihan bangsa ini, mulai dari krisis ekonomi thn 1997, melaju ke krisis moral, kini krisis kepercayaan… sampai kapan yah ini berakhir …… Tanyakan pada rumput yang bergoyang…..

 

Rasanya perlu ada pemerintahan tangan besi lagi, tapi bervisi ke depan, membuat rancangan repelita (lima tahunan harus ngapain), terkendali dan bebas KKN, yang mampu merombak semua sistem yang masih KKN, menegakkan hukum untuk semua yang berkepentingan, membangun pendidikan, membagun budaya timur, membangun pertanian Indonesia yang gemah ripah loh jinawi, menghapus semua budaya liberalis/   hedonis/ konsumtif/ mementingkan kepentingan kapitalis oknum tertentu saja dan membatasi kembali penyiaran-penyiaran liberal di negara kita…. agar kepercayaan masyakat pulih dan kita dapat membangun di segala bidang kembali dengan aman… menuju stabilitas nasional lagi. Ya, berdoa saja!!! Amien.

MENJELAJAHI BUMI SUMATRA

My next journey, is back to Sumatra, after one year ago I have crossed Palembang and Medan to accomplish all job there…he..he..he..  Rute kali ini dari Pekanbaru-Buatan-Lirik-Solok-Padang-Bukittinggi…kembali ke Jakarta… bener-bener membelah bumi Sumatra..  Yup, ini adalah salah satu perjalanan di tahun 2008 ini yang cukup mengagumkan dan cukup menyentuhku untuk menghargai, bersyukur dan bangga pada bumi pertiwi Indonesia ini telah kulakukan bersamaan dengan tugas penilaian kinerja perusahaan September ini. So amazing, so tiring but fun, bener-bener melelahkan (apalagi bersamaan puasa dan perjalanan darat yang cukup lama), tapi membuatku terenyuh dan terpesona ….  Satu kesimpulan, begitu kaya dan makmur bumi Indonesia ini dari hasil pertaniannya dan hasil bumi yang terkandungnya…. Tapi mengapa kita miskin di atas bumi yang kaya makmur dan subur ini ya!!!!!

 

Awal mula, dimulai dari pelaksanaan penugasan yang kedua bagiku di tahun ini yaitu menjadi salah satu  Examiner Kinerja Perusahaan batch ke V (terakhir), maka dimulailah  trip membelah bumi Sumatra yaitu untuk mengakses kinerja anak perusahaan,  expedisi ini bertugas mengakses kinerja tahunan di salah satu Unit Bisnis Perusahaan tempatku bernaung di lokasi Eksplorasi & Pengeboran Minyak, di daerah Lirik (Riau). Seperti diiberitakan hari Jumat sebelumnya bahwa yang positif untuk mengakses hanya tiga orang, ya sudah aku terima tantangan ini .. ya pikirku sudah dipercaya sama orang ya sudah harus kita laksanakan dengan sebaik-baiknya dan harus kita jaga kerpercayaan itu…. Amanah gitu deh pikirku.

 

Hari Sabtu aku berangkat ke Jakarta, dan dikarenakan keterlambatan taxi yang kejebak di kompleksku yang penuh portal sehingga membuat driver taxi-nya bingung dan ini membuatku jengkel takut ketinggalan pesawat, sudah mepet bener. Tapi sabar-sabar kan lagi puasa hari ke-6, dan akhirnya bisa nyampai bandara dengan terburu-buru, dan terkejarlah. Lalu hari Minggunya mulai ketemuan di salah satu gedung daerah Ahmad Yani untuk konsensus review, dan ternyata yang bertugas untuk mengkases ada 4 orang (aku, mas Septi, Pak Anis, dan akhirnya Pak Irawan gabung) Alhamdullilah pikirku, jadi gak perlu capek-capek keluar energinya seperti yang terjadi pada batch ke 2 sebelumnya (bete jadinya klo dinget-inget lagi). Lalu hari Senin ke kantor Pusat, ngurus segala macem-macem administrasinya, lalu ke Ahmad Yani lagi utk konsensus hari kedua. Hari Selasa-Rabu, tibalah saat site visit, satu tim mulai mengunjungi Kantor Pusat Aplikan si salah satu gedung di daerah Gatot Subroto Jakarta.

 

Hari Rabu siang setelah site visit dan wawancara dgn GM aplikan berakhir, dimulai perjalanan ke bandara SKH Jakarta dilanjutkan terbang menuju Bandara Sultan Kasim II di Pekanbaru. Dari atas pesawat di sore hari, terlihat bumi Riau cukup menghijau, dikelililingi perkebunan Sawit bak hamparan Karpet Hijau….. Subhanallah…… Maha Besar ya Allah dengan segala kekuasannnya. Setelah itu kita ngambil bagasi, dan dijemput oleh petugas, dan karena jam sudah hampir jam 6.00 pm kita menuju ke salah satu resto di sana, dan berbuka puasalah hari itu, Alhamdullillah… telah hilang segala dahaga dan lapar, semoga barokah puasa hari ini.

 

Malam ini keliling sebentar mengelilingi Kota Pekanbaru, sampai di perbatasan terminal kota yang mau menuju ke Minas/Duri/Dumai dan balik lagi ke tengah kota. Bermalam sehari di Pekanbaru dan sahurpun di Hotel Pangeran, keesokan harinya dilanjutkan perjalanan darat menuju Buatan (ini nama daerah loh), sepanjang jalan menuju Buatan melintasi kebon sawit, yang sangat menghijau… beberapa kali melihat truk melintas sambil membawa tumpukan buah kelapa sawit…hmm.hmmm. Bener-bener banyak juragan minyak kelapa sawit di sini…. pengen juga aku wirausaha jadi pengusaha kelapa sawit pikirku…he.he..he… Lanjut trus mengikuti waktu dan menikmati perjalanan darat.  Jalanan yang naik turun membuat perutku seperti dikocok-kocok., apalagi duduk di bangku belakang mobil ..tambah membikin neg.  Sampai di Buatan, kita melihat Distribusi, Pengumpulan dan Transportasi hasil Minyak Mentah (crude oil), daerah yang cukup panas, lalu melihat pengumpulan di kapal tanker untuk dibawa ke Sei Pakning. Setelah ngecek ini itu dan mewawancara petugas di sana, ada beberapa temuan penting hasil assessment ini…Lalu Lanjut  ke Lirik, masih 3 jam lagi perjalanan darat, yah bisa tidur ayam-lah di dalam mobil. Jam sudah menunjukkan jam 2.30 pm, dan sudah nyampai Lirik. Nyampai sana, kulonuwun dengan manajemen setempat, dan dikarenakan waktu yang terbatas kita langsung ke field untuk cek lapangan, sebelumnya diterangkan safety induction. Panas sekali sore ini, aku lihat termometer elektrik di mobil… gila cing sampai 40 derajat celcius sore ini pyuh. Lalu mulai naik-naik ke dataran tinggi yang penuh dengan kelapa sawit dan karet, dan dijelaskan sistem pabrikasi mereka, eksplorasi, penanganan limbah B3, penanganan limbah cair, dan bisa ngeliat langsung cara ngebor sampai beberapa meter ke perut bumi untuk dapetin crude. Fantastis, bumi Riau ini dari atas didapatkan minyak kelapa sawit, dari dalam didapatkan minyak bumi (crude), semuanya serba minyak, raja minyak kaleeeee…………  Dengan hasil minyak atas-bawah yg cukup melimpah cukup membuktikan bahwa Bumi Indonesia cukup kaya…. tapi kenapa kok kebanyakan dikelola oleh asing ya, cukup serakakah mereka, padahal pekerja kita mampu kok unuk mengolah secara mandiri, hanya perlu pembenahan manajemen dan studi banding teknologi saja pikirku.

 

Selanjutnya, malam harinya berkumpul di mess, dan berbuka di sana dengan menu takjil seadanya, lalu dijemput untuk makan malam di restoran Padang dengan seluruh pekerja di Lirik, yah malam keakraban gitu deh. Lalu pulang, dan malamnya aku masih ngutek-ngutek hasil asessment untuk cari OFI dan Strengthnya sebagai hasil rekomendasi assessment sampai larut.

 

Hari Jumat tlah tiba, pagi itu kita wawancara dengan Field Manager dan seluruh staff yang terlibat, mereka cukup welcome dan care, lalu siang hari setelah wawancara dan site visit rampung dilakukan, kita pamitan untuk melanjutkan perjalanan ke Padang untuk menyelesaikan Feedback Report. Cukup lama sekitar 8-9 jam, pantat sampai panas. Kita melintasi bukit barisan, naik turun, berkelok-kelok, deretan pegunungan yang cukup apik tertata, dan gundukan-gundukan bukit/pegunungan yang cukup aneh bagiku akan bentuk-bentuknya, subhanallah.

 

Buka puasa jam 6.30 pm kita telah sampai Solok, kita berhenti untuk cari restoran Padang untuk buka puasa, ternyata penuh sekali restoran di sana. Setelah itu cari buah di pasar tradisional dan  mampir sebentar di rumah saudara dari driver di daerah Solok, daerah yang cukup sejuk dan tenang. Ngobrol ngalor-ngidul dan istirahat sebentar, setelah itu lanjut perjalanan ke Padang. Di tengah-tengah kita berhenti di daerah dengan nama Tinjau Laot, ya di daerah ini merupakan pertengahan lembah dan kita bisa melihat ke bawah kota Padang dengan gemerlap lampu dan suasana pantainya dari atas pegunungan. Cukup Indah……. seperti Valey kalau di daerah Bandung gitu…. atau Puncak Pujon kalau di Batu Malang.

 

Lalu lanjut lagi, dan nyampai Padang jam 10’an pm waktu setempat, onde mande Tuesday selamat datang Padang…. fyuh capek berat langsung tidur blek sek. Paginya bangun jam 3.30 am, untuk sahur, walapun subuhnya di daerah ini jam 4.55 am sih. Lalu pagi hari kita nyelesaikan Feedback Report sebagian, dan dilanjutkan perjalanan ke Bukittinggi, refreshing sejenaklah… masak otak dipakai terus untuk mikir, kita mengunjungi air terjun sebelum masuk Bukittinggi. Nyampai di Bukittinggi, kita mendapati kota yang hampir mirip dengan Batu Malang dan Dago Atas Bandung, bener-bener udaranya fresh, dan diapit gunung-gunung, bener-bener damai rasanya. Lalu mengunjungi Patung Bung Hatta,  Jam Gadang, Ngarai Sihanok (indah sekali tempat ini, subhanallah), Gua Jepang (tempat kerja rodi di jaman Jepang untuk membuat bunker yang cukup dalam utk perlindungan tentara Jepang, kelihatannya dalamnya singup dan angker ya, la wong yang mati aja banyak sekali di jamannya dulu), lalu belanja-belanja di Pasar Bukittinggi, aku beli kopiah khas sana. Lalu beli oleh-oleh ya krupuk sanjay lah, karang bangkiang ya, kue bika, dan kripik balado, lalu balik lagi ke Hotel di Padang. Mandi lalu mengunjungi kantor Cabang di sana, mengunjungi Pulau dan Jembatan Siti Nurbaya, Kampung Pecinan, Teluk Bayur, melihat aneka  bemo ada TV di dalamnya, hebat nian…. Dan bemo-bemo itu dipenuhi stiker-stiker racing bak mau bertempur car racing … ha..ha…ha… bahkan ada juga ban-nya yang di trepesin…ada-ada saja. Lalu perjalanan dilanjutkan ke pesisir pantai dan cari ikan bakar sambil menunggu buka puasa.

 

Malam hari balik ke hotel, nyelesaikan Feedback Report. Besok paginya bangun pagi lagi, sholat bentar, lalu sahur, lalu lanjut sholat subuh, dan seharian ngerjain Feedback Report dan packing…. wuih banyak banget bawaanku jadinya… ampun deh…… Lalu siang kita siap-siap check out jam 2 dan menunggu di lobby hotel sambil ngenet pakai WI-FI dan ngerjaain Feedback Report. Lalu sorenya pergi ke Airport Internasional Minangkabau untuk balik ke Jakarta, jam 6.35 pm cing waktunya bertepatan dgn berbuka puasa, di pesawat Garuda cuma dikasih jajan seadanya, jadinya masih lapar, tapi untung aku bawa sedikit jajan tambahan …… Alhamdulillah deh akhirnya perjalanan menjelajahi sumatra telah selesai dilaksanakan tinggal menyelesaikan tugas-tugas yang masih tersisa di Jakarta. Pokoknya top abis, dan membuktikan bahwa Indonesia itu kaya akan hasil buminya, ya minyak kelapa sawit, ya minyak bumi, dan lain-lainnya, dan begitu indah pemandangan alamnya…. bener-bener natural, it’s the truly Asia.

 

“”You cannot live by yesterday’s standards and expect an extraordinary results today…” “Yesterday is a history, Tomorrow is a mysteri and Today is a gift”"

Mari guyon sejenak, …….Baru-baru ini World Computer Scientist Journal mengadakan survey thd para computer scientist ttg  bagaimana cara mereka memandang wanita, hasilnya sbb. :

 

  1. Tipe CPU : Pintar, pemikir, tidak banyak bicara tapi mengerjakanbanyak hal, (diam-diam tau-tau sudah 7 bulan).
  2. Tipe Monitor :Genit, senangnya diperhatikan, suka pamer,(padahal belum tentu yang dipamerin bagus).
  3. Tipe Keyboard : Senang di pegang, ditekan dan di pencet di berbagai lokasi (awas, salah tekan bisa kena jitak).
  4. Tipe Printer : Aktif, di tekan sedikit geraknya banyak,  kalau sedang dipakai berisik, (nggak cocok di tipe 21, mengganggu tetangga).
  5. Tipe Mouse : Pas dan enak di genggam, dingin-dingin empuk
  6. Tipe Windows : Tampak luar bagus, dalamnya penuh bugs.
  7. Tipe Linux-console : Tampak luar jelek, dalamnya  ‘handal’.
  8. Tipe XWindows : Luar dalam bisa dihandalkan …
  9. Tipe DOS : ….. wajah tidak cantik, belum tentu hatinya  tidak baik
  10. Tipe UNIX : Diam-diam, multi user
  11. Tipe LAN : Bisa dipake barengan 

Tulisan Sebelumnya »